Setelah Nabi wafat, seketika itu pula kota Madinah bising dengan tangisan ummat Islam; antara percaya - tidak percaya, Rasul Yang Mulia telah meninggalkan para sahabat. Beberapa waktu kemudian, seorang arab badwi menemui Umar dan dia meminta, "Ceritakan padaku akhlak Muhammad!". Umar menangis mendengar permintaan itu. Ia tak sanggup berkata apa-apa. Ia menyuruh Arab badwi tersebut menemui Bilal. Setelah ditemui dan diajukan permintaan yg sama, Bilal pun menangis, ia tak sanggup menceritakan apapun. Bilal hanya dapat menyuruh orang tersebut menjumpai Ali bin Abi Thalib. Orang Badui ini mulai heran. Bukankah Umar merupakan seorang sahabat rapat Nabi, begitu pula Bilal, bukankah ia merupakan sahabat setia Nabi. Mengapa mereka tak sanggup menceritakan akhlak Muhammad. Dengan berharap-harap cemas, Badwi ini menemui Ali. Ali dengan linangan air mata berkata, "Ceritakan padaku keindahan dunia ini!." Badwi ini menjawab, "Bagaimana mungkin aku dapat menceritakan segala keindahan dunia ini...." Ali menjawab, "Engkau tak sanggup menceritakan keindahan dunia padahal Allah telah berfirman bahwa sungguh dunia ini kecil dan hanyalah senda gurau belaka, lalu bagaimana aku dapat melukiskan akhlak Muhammad, sedangkan Allah telah berfirman bahwa sungguh Muhammad memiliki budi pekerti yang agung! (QS. Al-Qalam[68]: 4)" Badwi ini lalu menemui Siti Aisyah r.a. Isteri Nabi yang sering disapa "Khumairah" oleh Nabi ini hanya menjawab, khuluquhu al-Qur'an (Akhlaknya Muhammad itu Al-Qur'an). Seakan-akan Aisyah ingin mengatakan bahwa Nabi itu bagaikan Al-Qur'an berjalan. Badwi ini tetap tidak berpuas hati, bagaimana boleh ia segera menangkap akhlak Nabi kalau ia harus melihat ke seluruh kandungan Qur'an. Aisyah akhirnya menyarankan Badwi ini untuk membaca dan menyimak QS Al-Mu'minun[23]: 1-11. Bagi para sahabat, masing-masing memiliki kesan tersendiri dari pergaulannya dengan Nabi. Kalau mereka diminta menjelaskan seluruh akhlak Nabi,maka berlinangan air mata-lah jawapannya, karena mereka terkenang akan junjungan mereka. Paling kurang mereka hanya mampu menceritakan satu keadaan/waktu yang paling indah dan berkesan dalam interaksi mereka dengan Nabi terakhir ini. Mari kita kembali ke Aisyah. Ketika ditanya, bagaimana perilaku Nabi, Aisyah hanya menjawab, "ah semua perilakunya indah." Ketika didesak lagi, Aisyah baru bercerita saat terindah baginya, sebagai seorang isteri. "Ketika aku sudah berada di tempat tidur dan kami sudah masuk dalam selimut, dan kulit kami sudah bersentuhan, suamiku berkata, 'Ya Aisyah, izinkan aku untuk menghadap Tuhanku terlebih dahulu.'" Apalagi yang dapat lebih membahagiakan seorang isteri, karena dalam sejemput episode tersebut terkumpul kasih sayang, kebersamaan, perhatian dan rasa hormat dari seorang suami, yang juga seorang utusan Allah. Pernah juga timbul kekwatiran di hati Aisyah ketika menjelang subuh Aisyah kerana suaminya tidak berada disampingnya. Aisyah keluar membuka pintu rumah. terkejut ia bukan kepalang, melihat suaminya tidur di depan pintu. Aisyah berkata, "Mengapa engkau tidur di sini?" Nabi Muhammmad menjawab, "Aku pulang sudah larut malam, aku khawatir mengganggu tidurmu sehingga aku tidak mengetuk pintu. itulah sebabnya aku tidur di depan pintu." Mari kita muhasabah di diri kita masing-masing. Bagaimana perilaku kita terhadap isteri kita? Nabi mengingatkan, "berhati-hatilah kamu terhadap isterimu, karena sungguh kamu akan ditanya di hari akhir tentangnya." Para sahabat pada masa Nabi memperlakukan isteri mereka dengan hormat, mereka takut kalau wahyu turun dan mengecam mereka. Buat sahabat yang lain, kenangan yang paling indah ketika sahabat tersebut terlambat datang ke Majelis Nabi. Tempat sudah penuh sesak. Ia minta izin untuk mendapat tempat, namun sahabat yang lain tidak ada yang mahu memberikannya tempat. Sewaktu kebuntuan, Rasul memanggilnya. Rasul memintanya duduk di berhampirannya. Tidak hanya dengan itu, Rasul pun melipat serbannya lalu diberikan pada sahabat tersebut untuk dijadikan alas tempat duduknya. Sahabat tersebut dengan berlinangan air mata, menerima serban tersebut namun tidak menjadikannya alas duduk akan tetapi mencium serban Nabi. Senangkah kita kalau orang yang kita hormati, pemimpin yang kita junjung tiba-tiba melayani kita bahkan memberikan serbannya untuk tempat alas duduk kita. Begitulah akhlak Nabi, sebagai pemimpin ia ingin menyenangkan dan melayani ummatnya. Dan renunglah diri kita. Kita adalah pemimpin, bahkan untuk lingkup yang paling kecil sekalipun, sudahkah kita meniru akhlak Rasul Yang Mulia. Nabi Muhammad juga terkenal suka memuji sahabatnya. Kalau kita baca kitab-kitab hadis, kita akan buntu dalam menentukan siapa sahabat yang paling utama. Terhadap Abu Bakar, Rasul selalu memujinya. Abu Bakar-lah yang menemani Rasul ketika hijrah. Abu Bakarlah yang diminta menjadi Imam ketika Rasul sakit. Tentang Umar, Rasul pernah berkata, "Syaitan juga takut dengan Umar, bila Umar melalui sesuatu jalan, maka Syaitan akan melalui jalan yang lain." Dalam riwayat lain disebutkan, "Nabi bermimpi meminum susu. Belum habis satu gelas, Nabi memberikannya pada Umar yang meminumnya sehingga habis. Para sahabat bertanya, Ya Rasul apa maksud (ta'wil) mimpimu itu? Rasul menjawab ilmu pengetahuan." Tentang Utsman, Rasul sangat menghargai Uthman karena itu Uthman menikahi dua putri nabi, hingga Uthman dikenali dzu an-Nurain (pemilik dua cahaya). Mengenai Ali, Rasul bukan saja menjadikannya ia menantu, tetapi banyak sekali riwayat yang menyebutkan keutamaan Ali. "Aku iniadalah gudang ilmu, dan Ali adalah pintunya." "Barang siapa membenci Ali, maka ia merupakan orang munafik." Lihatlah diri kita sekarang. Bukankah jika ada seorang rakan yang mempunyai sembilan kelebihan dan satu kekurangan, maka kita jauh lebih tertarik dalam membicarakan kekurangan yang satu itu dan melupakan yang sembilan. Ah...ternyata kita belum suka memuji; kita masih suka mencela. Ternyata kita belum mengikuti sunnah Nabi. Saya pernah mendengar ada seorang ulama yang mengatakan bahwa Allah pun sangat menghormati Nabi Muhammad. Buktinya, dalam Al-Qur'an Allah memanggil para Nabi dengan sebutan nama: Musa, Ayyub, Zakaria, dll. tetapi ketika memanggil Nabi Muhammad, Allah menyapanya dengan "Wahai Nabi". Ternyata Allah saja sangat menghormati beliau. Para sahabatpun ditegur oleh Allah ketika mereka berlaku tak sopan pada Nabi. Alkisah, rombongan Bani Tamim menghadap rasul. Mereka ingin Rasul menunjuk pemimpin buat mereka. Sebelum Nabi memutuskan siapa, Abu Bakar berkata: "Angkat Al-Qa'qa bin Ma'bad sebagai pemimpin." Kata Umar, "Tidak, angkatlah Al-Aqra' bin Habis." Abu Bakar berkata ke Umar, "Kamu hanya ingin membantah aku saja," Umar menjawab, "Aku tidak bermaksud membantahmu." Keduanya berbantahan sehingga suara mereka terdengar makin keras. Waktu itu turunlah ayat: "Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mendahului Allah dan Rasul-Nya. Takutlah kamu kepada Allah. Sesungguhnya Allah maha Mendengar dan maha Mengetahui. Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menaikkan suaramu di atas suara Nabi. janganlah kamu mengeraskan suara kamu dalam percakapan dengan dia seperti mengeraskan suara kamu ketika bercakap sesama kamu. Nanti akan terhapus segala amal-amal kamu dan kamu tidak menyadarinya (al-hujurat 1-2) Setelah mendengar teguran itu Abu Bakar berkata, "Ya Rasul Allah, demi Allah, sejak sekarang aku tidak akan berbicara denganmu kecuali seperti seorang saudara yang membisikkan rahasia." Umar juga berbicara kepada Nabi dengan suara yang lembut. Bahkan konon khabarnya setelah peristiwa itu Umar banyak sekali bersedekah, karena takut amal yang lalu telah terhapus. Para sahabat Nabi takut akan terhapus amal mereka karena melanggar adab ketika bersama Nabi. Dalam satu kesempatan lain, ketika di Mekkah, Nabi didatangi utusan pembesar Quraisy, Utbah bin Rabi'ah. Ia berkata pada Nabi, "Wahai saudaraku, kau datang membawa agama baru, apa yang sebenarnya kau kehendaki. Jika kau kehendaki harta, akan kami kumpulkan kekayaan kami, Jika Kau inginkan kemuliaan akan kami muliakan engkau. Jika ada sesuatu penyakit yang dideritamu, akan kami carikan ubatnya. Jika kau inginkan kekuasaan, biar kami jadikan engkau penguasa kami" Nabi mendengar dengan sabar uraian tokoh musyrik ini. Tidak sekalipun beliau membantah atau memotong pembicaraannya. Ketika Utbah berhenti, Nabi bertanya, "Sudah selesaikah, Ya Abal Walid?" "Sudah." kata Utbah. Nabi membalas ucapan utbah dengan membaca surat Fushilat. Ketika sampai pada ayat sajdah, Nabi bersujud. Sementara itu Utbah duduk mendengarkan Nabi sampai menyelesaikan bacaannya. Peristiwa ini sudah lewat ratusan tahun lalu. Kita tidak heran bagaimana Nabi dengan sabar mendengarkan pendapat dan usul Utbah, tokoh musyrik. Kita mengenal akhlak nabi dalam menghormati pendapat orang lain. Inilah akhlak Nabi dalam majelis ilmu. Yang menakjubkan adalah perilaku kita sekarang. Bahkan oleh si Utbbah, si musyrik, kita kalah. Utbah mau mendengarkan Nabi dan menyuruh kaumnya membiarkan Nabi berbicara. Jangankan mendengarkan pendapat orang kafir, kita bahkan tidak mau mendengarkan pendapat saudara kita sesama muslim. Dalam pengajian, suara pembicara kadang-kadang tertutup suara obrolan kita. Masya Allah! Ketika Nabi tiba di Madinah ketika hijrah, ada utusan kafir Mekkah yang meminta janji Nabi bahwa Nabi akan mengembalikan siapapun yang pergi ke Madinah setelah perginya N abi. Selang beberapa waktu kemudian. Seorang sahabat rupanya tertinggal di belakang Nabi. Sahabat ini meninggalkan isterinya, anaknya dan hartanya. Dengan menghempas pulas merentasi padang pasir, akhirnya ia sampai di Madinah. Dengan perasaan terharu ia segera menemui Nabi dan melaporkan kedatangannya. Apa jawab Nabi? "Kembalilah engkau ke Mekkah. Sungguh aku telah terikat perjanjian. Semoga Allah melindungimu." Sahabat ini menangis serta merta. Bagi Nabi janji adalah suatu yang sangat agung. Meskipun Nabi merasakan bagaimana besarnya pengorbanan sahabat ini untuk berhijrah, bagi Nabi janji adalah janji; bahkan meskipun janji itu diucapkan kepada orang kafir. Bagaimana kita memandang harga suatu janji, merupakan salah satu bentuk jawaban bagaimana perilaku Nabi telah menyerap di sanubari kita atau tidak. Dalam suatu kesempatan menjelang akhir hayatnya, Nabi berkata pada para sahabat, "Mungkin sebentar lagi Allah akan memanggilku, aku tak ingin di padang mahsyar nanti ada diantara kalian yang ingin menuntut balas karena perbuatanku pada kalian. Bila ada yang keberatan dengan perbuatanku pada kalian, ucapkanlah!" Sahabat yang lain terdiam, namun ada seorang sahabat yang tiba-tiba bangkit dan berkata, "Dahulu ketika engkau memeriksa barisa di saat ingin pergi perang, kau meluruskan kedudukan aku dengan tongkatmu. Aku tak tahu apakah engkau sengaja atau tidak, tapi aku ingin menuntut qishash hari ini." Para sahabat lain terkejut, tidak menyangka ada yang berani berkata sedemikian. Khabarnya Umar terus berdiri dan bersedia menghabiskan orang itu. Nabi melarangnya. Nabi pun menyuruh Bilal mengambil tongkat ke rumah Nabi. Siti Aisyah yang berada di rumah Nabi keheranan ketika Nabi meminta tongkat. Setelah Bilal menjelaskan peristiwa yang terjadi, Aisyah pun semakin hairan, mengapa ada sahabat yang berani berbuat sedemikian itu setelah semua yang Rasul berikan pada mereka. Rasul memberikan tongkat tersebut pada sahabat itu seraya menyingkapkan bajunya, sehingga terlihatlah perut Nabi. Nabi berkata, "lakukanlah!" Detik-detik berikutnya menjadi sangat menegangkan. Tetapi terjadi suatu keanehan. Sahabat tersebut malah menciumi perut Nabi dan memeluk Nabi seraya menangis, "Sungguh maksud tujuanku hanyalah untuk memelukmu dan merasakan kulitku bersentuhan dengan tubuhmu!. Aku ikhlas atas semua perilakumu wahai Rasulullah." Seketika itu juga terdengar ucapan, "Allahu Akbar" berkali-kali. sahabat tersebut tahu, bahwa permintaan Nabi itu tidak mungkin diucapkan kalau Nabi tidak merasa bahwa ajalnya semakin dekat. Sahabat itu tahu bahwa saat perpisahan semakin dekat, ia ingin memeluk Nabi sebelum Allah memanggil Nabi. Suatu pelajaran lagi buat kita. Menyakiti orang lain baik hati maupun badannya merupakan perbuatan yang amat tercela. Allah tidak akan memaafkan sebelum yang kita sakiti memaafkan kita. Rasul pun sangat hati-hati karena ditakuti ada orang yang beliau sakiti. takutkah kita bila ada orang yang kita sakiti menuntut balas nanti di padang Mahsyar di depan Hakim Yang Maha Agung ditengah jutaan umat manusia. Jangan-jangan kita menjadi orang yang muflis. Na'udzu billah..... Nabi Muhammad ketika saat haji Wada', di padang Arafah yang terik, dalam keadaan sakit, masih menyempatkan diri berpidato. Di akhir pidatonya itu Nabi dengan dibalut serban dan tubuh yang menggigil berkata, "Nanti di hari pembalasan, kalian akan ditanya oleh Allah apa yang telah aku, sebagai Nabi,lakukan pada kalian. Jika kalian ditanya nanti, apa jawaban kalian?" Para sahabat terdiam dan mulai banyak yang menitiskan air mata. Nabi melanjutkan, "Bukankah telah kujalani hari-hari bersama kalian dengan lapar, bukankah telah kutaruh beberapa batu diperutku karena menahan lapar bersama kalian, bukankah aku telah bersabar menghadapi kejahilan kalian, bukankah telah ku sampaikan pada kalian wahyu dari Allah.....?" Untuk semua pertanyaan itu, para sahabat menjawab, "benar ya Rasul!" Rasul pun mendongakkan kepalanya ke atas, dan berkata, "Ya Allah saksikanlah...Ya Allah saksikanlah...Ya Allah saksikanlah!". Nabi meminta kesaksian Allah bahwa Nabi telah menjalankan tugasnya. Di pengajian ini saya pun meminta Allah menyaksikan bahwa kita mencintai Rasulullah."Ya Allah saksikanlah betapa kami mencintai Rasul-Mu, betapa kami sangat ingin bertemu dengan kekasih-Mu, betapa kami sangat ingin meniru semua perilakunya yang indah; semua budi pekertinya yang agung, betapa kami sangat ingin dibangkitkan nanti di padang Mahsyar bersama Nabiyullah Muhammad, betapa kami sangat ingin ditempatkan di dalam surga yang sama dengan surganya Nabi kami. Ya Allah saksikanlah...Ya Allah saksikanlah Ya Allah saksikanlah"
**Mati Hanya Sekali, Jadikannya Di Jalan Allah**
sumber:nur-addin.blogspot.com
Saturday, August 28, 2010
Saturday, March 13, 2010
Asy syahid Hassan Al banna
Hassan Al Banna merupakan salah seorang yang menekankan nilai-nilai mengikhlaskan diri dan benar-benar memperingatkan penyokongnya agar menghindari sifat suka menonjol diri. Hal ini terbukti daripada satu kisah oleh Ustaz Omar Tilmisani:"Pada suatu masa kami berhimpun dalam satu program di luar kota. Setelah selesai kerja pada 12 tengah malam, kami berasa sangat keletihan kerana program seharian yang kami jalani dengan bersungguh- sungguh. Kebetulan saya dan Hassan Al Banna menghuni bilik saya yang sama. saya merasa sangat penat sekali dan ingin terus tidur supaya tidak terlewat bangun solat subuh . Kami berbaring di tempat tidor masing- masing. Tidak berapa lama beliau memanggilku," Omar, awak sudah tidur?, lantas aku menjawab," labbaika, belum Mursyid."
Hassan al Banna mendiamkan diri, tetapi tidak lama kemudian beliau bersuara semula "Omar,awak sudah tidur?" lantas aku menjawab "belum lagi Mursyid". Hatiku bertanya mengapa beliau bersikap begitu. Setelah lama Mursyid terdiam, lalu beliau mengulangi pertanyaan dan oleh kerana aku merasa sangat penat, aku membiarkan soalan tersebut tanpa jawapan. Imam Hassan al Banna yang menyangka aku telah tidur lantas bangun perlahan-lahan menuju ke arah bilik mandi. Di bilik mandi Hassan al Banna sangat berhati-hati berwuduk supaya bunyi percikan air tidak menggangu lena tidurku. Kemudian aku melihat beliau mengambil tempat tempat di suatu sudut bilik, beliau mengadap khiblat dan beliau pun bersembahyang malam beberapa rakaat. Subhanallah, begitulah ajaran beliau yang sangat melekat di hatiku.."
Dan sebagaimana hadis nabi s.a.w. yang diriwayatkan At-tarmizi:
"orang-orang yang berbakti, bertakwa dan tersembunyi. jika tidak hadir, mereka tidak dicari dan jika hadir, mereka tidak dikenal".
Hassan al Banna mendiamkan diri, tetapi tidak lama kemudian beliau bersuara semula "Omar,awak sudah tidur?" lantas aku menjawab "belum lagi Mursyid". Hatiku bertanya mengapa beliau bersikap begitu. Setelah lama Mursyid terdiam, lalu beliau mengulangi pertanyaan dan oleh kerana aku merasa sangat penat, aku membiarkan soalan tersebut tanpa jawapan. Imam Hassan al Banna yang menyangka aku telah tidur lantas bangun perlahan-lahan menuju ke arah bilik mandi. Di bilik mandi Hassan al Banna sangat berhati-hati berwuduk supaya bunyi percikan air tidak menggangu lena tidurku. Kemudian aku melihat beliau mengambil tempat tempat di suatu sudut bilik, beliau mengadap khiblat dan beliau pun bersembahyang malam beberapa rakaat. Subhanallah, begitulah ajaran beliau yang sangat melekat di hatiku.."
Dan sebagaimana hadis nabi s.a.w. yang diriwayatkan At-tarmizi:
"orang-orang yang berbakti, bertakwa dan tersembunyi. jika tidak hadir, mereka tidak dicari dan jika hadir, mereka tidak dikenal".
Tuesday, February 2, 2010
RENUNGAN!!

IMAM SYAHID HASSAN AL BANNA"andai Islam spt sebuah bangunan usang yg hmpir roboh,maka akn ku berjalan keseluruh dunia mencari jiwa2 muda,aku tidak ingin mengutip dgn ramai bilangan mrk,tapi aku inginkn hati2 yg ikhlas untuk membantuku dan bersama membina kembali bangunan usang itu mnjadi sebuah bangunan yg tersergam indah..
Saturday, January 30, 2010
Kenangan09(SMAYK)
Ini saja ambo nk cter kngan diri ambo..
kengan nie msa ampir2 ujung thun 2009(x ingat de..hehe)
msa nie jga ambo dah b'gelar mahasiswa UPSI dah..
kmi mndpat jmputan ke umah hanif
hmm...ambo ngan kwn2 pegi utk meraikan beliau dll pegi mesir(padahal lapar...haha)
bkn sonang nk jmpa lak..mngkn 4thn @ lebih...
msa d umah beliaulah kngan yg x dpt dlupakan...huhu..tisu2!!
k..k.. sambung blik.. msa tue kami b'kumpul bramai
UPSI(ambolah),UDM,INSANIAH dll suma turun...
waktu tue bez giler....
sapu laksa sampai abis..hahaha(agaknya..hehe)

Hahaha...msa nie suma pakat posing n cntrol kehenseman msg2..
makan? dah
minum? dah
apa lagi? nyembang la...(teruk sgt..hmmmm)
kongsi pendapat n pandangan..haha..
pas2.. bergambar lagi n suma pun bersurai(hehe..penutup mengejut..xde modal nk tulis)


kengan nie msa ampir2 ujung thun 2009(x ingat de..hehe)
msa nie jga ambo dah b'gelar mahasiswa UPSI dah..
kmi mndpat jmputan ke umah hanif
hmm...ambo ngan kwn2 pegi utk meraikan beliau dll pegi mesir(padahal lapar...haha)
bkn sonang nk jmpa lak..mngkn 4thn @ lebih...
msa d umah beliaulah kngan yg x dpt dlupakan...huhu..tisu2!!
k..k.. sambung blik.. msa tue kami b'kumpul bramai
UPSI(ambolah),UDM,INSANIAH dll suma turun...
waktu tue bez giler....
sapu laksa sampai abis..hahaha(agaknya..hehe)

Hahaha...msa nie suma pakat posing n cntrol kehenseman msg2..
makan? dah
minum? dah
apa lagi? nyembang la...(teruk sgt..hmmmm)
kongsi pendapat n pandangan..haha..
pas2.. bergambar lagi n suma pun bersurai(hehe..penutup mengejut..xde modal nk tulis)


RENUNGAN!!
Suatu hari, Imam Al-Ghazali berkumpul dengan murid-muridnya lalu beliau bertanya :
Soalan pertama
Imam Ghazali : Apakah yang paling dekat dengan diri kita di dunia ini?
Murid 1 : Orang tua
Murid 2 : Guru
Murid 3 : Teman
Murid 4 : Kaum kerabat
Imam Ghazali :Semua jawaban itu benar. Tetapi yang paling dekat dengan kita
ialah MATI. Sebab itu janji Allah bahawa setiap yang bernyawa pasti akan mati ( Surah Ali-Imran:185).
Soalan kedua
Imam Ghazali : Apa yang paling jauh dari kita di dunia ini ?
Murid 1 : Negeri Cina
Murid 2 : Bulan
Murid 3 : Matahari
Murid 4 : Bintang-bintang
Iman Ghazali : Semua jawaban itu benar. Tetapi yang paling benar adalah MASA LALU. Bagaimanapun kita, apapun kenderaan kita, teta! p kita tidak akan dapat kembali ke masa yang lalu. Oleh sebab itu kita harus menjaga hari ini, hari esok dan hari-hari yang akan datang dengan perbuatan yang sesuai dengan ajaran Agama.
Soalan ketiga
Iman Ghazali : Apa yang paling besar didunia ini ?
Murid 1 : Gunung
Murid 2 : Matahari
Murid 3 : Bumi
Imam Ghazali : Semua jawaban itu benar, tapi yang besar sekali adalah HAWA NAFSU (Surah Al A'raf: 179). Maka kita harus hati-hati dengan nafsu kita, jangan sampai nafsu kita membawa ke neraka.
Soalan keempat
Imam Ghazali : Apa yang paling berat didunia ?
Murid 1 : Baja
Murid 2 : Besi
Murid 3 : Gajah
Imam Ghazali : Semua itu benar, tapi yang paling berat adalah MEMEGANG AMANAH (Surah Al-Azab : 72 ). Tumbuh-tumbuhan, binatang, gunung, dan malaikat semua tidak mampu ketika Allah SWT meminta mereka menjadi khalifah(pemimpin) di duni! a ini. Tetapi manusia dengan sombongnya berebut-rebut menyanggupi permintaan Allah SWT sehingga banyak manusia masuk ke neraka kerana gagal memegang amanah.'
Soalan kelima
Imam Ghazali : Apa yang paling ringan di dunia ini ?
Murid 1 : Kapas
Murid 2 : Angin
Murid 3 : Debu
Murid 4 : Daun-daun
Imam Ghazali : Semua jawaban kamu itu benar, tapi yang paling ringan sekali didunia ini adalah MENINGGALKAN SOLAT. Gara-gara pekerjaan kita atau urusan dunia, kita tinggalkan solat '
Soalan keenam
Imam Ghazali : Apa yang paling tajam sekali didunia ini ?
Murid- Murid dengan serentak menjawab : Pedang
Imam Ghazali : Itu benar, tapi yang paling tajam sekali didunia ini adalah LIDAH MANUSIA. Kerana melalui lidah, manusia dengan mudahnya menyakiti hati dan
melukai perasaan saudaranya sendiri"
Soalan pertama
Imam Ghazali : Apakah yang paling dekat dengan diri kita di dunia ini?
Murid 1 : Orang tua
Murid 2 : Guru
Murid 3 : Teman
Murid 4 : Kaum kerabat
Imam Ghazali :Semua jawaban itu benar. Tetapi yang paling dekat dengan kita
ialah MATI. Sebab itu janji Allah bahawa setiap yang bernyawa pasti akan mati ( Surah Ali-Imran:185).
Soalan kedua
Imam Ghazali : Apa yang paling jauh dari kita di dunia ini ?
Murid 1 : Negeri Cina
Murid 2 : Bulan
Murid 3 : Matahari
Murid 4 : Bintang-bintang
Iman Ghazali : Semua jawaban itu benar. Tetapi yang paling benar adalah MASA LALU. Bagaimanapun kita, apapun kenderaan kita, teta! p kita tidak akan dapat kembali ke masa yang lalu. Oleh sebab itu kita harus menjaga hari ini, hari esok dan hari-hari yang akan datang dengan perbuatan yang sesuai dengan ajaran Agama.
Soalan ketiga
Iman Ghazali : Apa yang paling besar didunia ini ?
Murid 1 : Gunung
Murid 2 : Matahari
Murid 3 : Bumi
Imam Ghazali : Semua jawaban itu benar, tapi yang besar sekali adalah HAWA NAFSU (Surah Al A'raf: 179). Maka kita harus hati-hati dengan nafsu kita, jangan sampai nafsu kita membawa ke neraka.
Soalan keempat
Imam Ghazali : Apa yang paling berat didunia ?
Murid 1 : Baja
Murid 2 : Besi
Murid 3 : Gajah
Imam Ghazali : Semua itu benar, tapi yang paling berat adalah MEMEGANG AMANAH (Surah Al-Azab : 72 ). Tumbuh-tumbuhan, binatang, gunung, dan malaikat semua tidak mampu ketika Allah SWT meminta mereka menjadi khalifah(pemimpin) di duni! a ini. Tetapi manusia dengan sombongnya berebut-rebut menyanggupi permintaan Allah SWT sehingga banyak manusia masuk ke neraka kerana gagal memegang amanah.'
Soalan kelima
Imam Ghazali : Apa yang paling ringan di dunia ini ?
Murid 1 : Kapas
Murid 2 : Angin
Murid 3 : Debu
Murid 4 : Daun-daun
Imam Ghazali : Semua jawaban kamu itu benar, tapi yang paling ringan sekali didunia ini adalah MENINGGALKAN SOLAT. Gara-gara pekerjaan kita atau urusan dunia, kita tinggalkan solat '
Soalan keenam
Imam Ghazali : Apa yang paling tajam sekali didunia ini ?
Murid- Murid dengan serentak menjawab : Pedang
Imam Ghazali : Itu benar, tapi yang paling tajam sekali didunia ini adalah LIDAH MANUSIA. Kerana melalui lidah, manusia dengan mudahnya menyakiti hati dan
melukai perasaan saudaranya sendiri"
Friday, January 29, 2010

FIKIRKANLAH... mutiara tidak akan berharga jika tiram tidak berpindah dari laut ke darat...selalunya, perit untuk membuat sesuatu perubahan...namun, dengan istiqamah...hasil yang diperolehi pasti setimpal dengan pengorbanan yang kita lakukan...percayalah!!! Mengenali seseorang itu kadangkala membuat kita ketawa... Mengenali seseorang itu kadangkala juga membuat kita mengalir airmata... Sesungguhnya mengenali seseorang itu mampu memberi kita sejuta rasa.... marah, sedih, gembira, sayang dan rindu.... Tapi, sedarkah kita? Mengenali seseorang itu sebenarnya adalah satu ANUGERAH... Biarpun hadirnya seketika dan sekadar TEMAN SEMENTARA... Bersyukurlah dengan kehadirannya kerana barangkali, melaluinya kita mengerti apa itu erti PERSAHABATAN…
Sunday, January 24, 2010
PEMERGIAN SAHABAT SEJATI
Tanggal 11 januari 2010 menjadi saksi,
Suatu peristiwa yang menyentap hati sanubari,
Suatu pemergian yang tidak mungkin kembali,
Pemergian sahabat sejati .
Sahabat,
Aku tidak mampu melakukan apa-apa,
Bagi mengubati hati yang lara,
Melainkan dengan iringan doa,
Semoga engkau selamat di sana,
Sahabat,
Kaulah pembimbingku ketika aku dalam kebuntuan,
Dan sering menghiburku ketika aku dalam keresahan,
Kau juga mengingatkanku kekuasaan tuhan,
Mulianya dirimu wahai sahabatku.
Dahulu,
Ketika aku masih dalam khayalan,
Tercari- cari erti kebenaran,
Engkau hadir dengan penuh kesabaran,
Rungutan dan Sindiran,
Engkau balas dengan senyuman,
Mulianya dirimu wahai sahabatku.
Kini,
Baru aku sedari,
Tidak dapat dinilai jasamu walau dengan emas ataupun permata,
Gurauan kemesraan dan senyumanmu kepadaku tersemat di kalbu,
Kini semua itu hanyalah kenangan,
Yang bersamaku setiap masa.
Kini,
Baru aku terasa hargai,
Kata- katamu umpama mutiara bagiku,
Yang hadir mengkiblatkan kehidupanku ,
Sehingga aku mengenal arah tuju
Kini dan selama –lamanya,
Hasratku menjunjung tinggi,
Ingin mencontohi segala aspek peribadi,
Biarpun dari personaliti mahupun amali,
Semoga mendapat redha illahi.
Suatu peristiwa yang menyentap hati sanubari,
Suatu pemergian yang tidak mungkin kembali,
Pemergian sahabat sejati .
Sahabat,
Aku tidak mampu melakukan apa-apa,
Bagi mengubati hati yang lara,
Melainkan dengan iringan doa,
Semoga engkau selamat di sana,
Sahabat,
Kaulah pembimbingku ketika aku dalam kebuntuan,
Dan sering menghiburku ketika aku dalam keresahan,
Kau juga mengingatkanku kekuasaan tuhan,
Mulianya dirimu wahai sahabatku.
Dahulu,
Ketika aku masih dalam khayalan,
Tercari- cari erti kebenaran,
Engkau hadir dengan penuh kesabaran,
Rungutan dan Sindiran,
Engkau balas dengan senyuman,
Mulianya dirimu wahai sahabatku.
Kini,
Baru aku sedari,
Tidak dapat dinilai jasamu walau dengan emas ataupun permata,
Gurauan kemesraan dan senyumanmu kepadaku tersemat di kalbu,
Kini semua itu hanyalah kenangan,
Yang bersamaku setiap masa.
Kini,
Baru aku terasa hargai,
Kata- katamu umpama mutiara bagiku,
Yang hadir mengkiblatkan kehidupanku ,
Sehingga aku mengenal arah tuju
Kini dan selama –lamanya,
Hasratku menjunjung tinggi,
Ingin mencontohi segala aspek peribadi,
Biarpun dari personaliti mahupun amali,
Semoga mendapat redha illahi.
Saturday, January 23, 2010
10 NASIHAT AS SYAHID HASSAN AL- BANNA
1.
Bersegeralah untuk pergi sembahyang apabila kamu mendengar seruan azan, walaupun dalam apa jua keadaan.
2.
Bacalah Al-Quran, pelajari isinya, dengar pesanannya, selalu mengingati Allah dan jangan membuang masa dengan perkara² yang tidak berfaedah.
3.
Berusahalah untuk berkomunikasi dalam bahasa Arab fushah, sesungguhnya ia sebahagian dari syiar Islam.
4.
Jangan banyak bertengkar dalam perkara yang tidak berfaedah, sesungguhnya seseorang itu tidak akan mendatangkan kebaikan (melainkan Allah).
5.
Jangan banyak ketawa, sesungguhnya hati yang mempunyai hubungan dengan Allah selalu tenang dan tenteram.
6.
Jangan banyak bersenda gurau, sesungguhnya orang yang bermujahadah itu tidak kenal kecuali dengan bersungguh².
7.
Jangan tinggikan suaramu melebihi had bagi pendengar, sesungguhnya perbuatan itu amatlah buruk dan keji.
8.
Jauhkan dari mengumpat dan menyakiti hati orang lain dan jangan bercakap kecuali dengan perkataan yang baik.
9.
Perkenalkan dirimu kepada saudaramu apabila berjumpa sesungguhnya asas dakwah kita ialah berkenalan dan kasih sayang.
10.
Kewajipan (kerja² jemaah) lebih banyak daripada waktu, maka tolonglah orang lain untuk memanfaatkan waktunya. Dan jika kamu mampunyai kerja maka percepatkanlah untuk menunaikannya (jangan melengah²kan kerja).
Bersegeralah untuk pergi sembahyang apabila kamu mendengar seruan azan, walaupun dalam apa jua keadaan.
2.
Bacalah Al-Quran, pelajari isinya, dengar pesanannya, selalu mengingati Allah dan jangan membuang masa dengan perkara² yang tidak berfaedah.
3.
Berusahalah untuk berkomunikasi dalam bahasa Arab fushah, sesungguhnya ia sebahagian dari syiar Islam.
4.
Jangan banyak bertengkar dalam perkara yang tidak berfaedah, sesungguhnya seseorang itu tidak akan mendatangkan kebaikan (melainkan Allah).
5.
Jangan banyak ketawa, sesungguhnya hati yang mempunyai hubungan dengan Allah selalu tenang dan tenteram.
6.
Jangan banyak bersenda gurau, sesungguhnya orang yang bermujahadah itu tidak kenal kecuali dengan bersungguh².
7.
Jangan tinggikan suaramu melebihi had bagi pendengar, sesungguhnya perbuatan itu amatlah buruk dan keji.
8.
Jauhkan dari mengumpat dan menyakiti hati orang lain dan jangan bercakap kecuali dengan perkataan yang baik.
9.
Perkenalkan dirimu kepada saudaramu apabila berjumpa sesungguhnya asas dakwah kita ialah berkenalan dan kasih sayang.
10.
Kewajipan (kerja² jemaah) lebih banyak daripada waktu, maka tolonglah orang lain untuk memanfaatkan waktunya. Dan jika kamu mampunyai kerja maka percepatkanlah untuk menunaikannya (jangan melengah²kan kerja).
Tuesday, January 19, 2010
Munajat Seorang Hamba

Ya Rabbul Izzati……
Hamba Mu Ini Datang Mengadap Untuk Bermunajat Kepada Mu…..
Berbekalkan Dengan Hati Yang Ikhlas Hanya Kepada Mu lah Sahaja Tempat Aku Mengadu………
Tiadalah makhluk Lain Yang Berhak Membantu DiriKu Ini Melainkan Datangnya DaripadaMu…….
Justeru Itu,Kau Makbulkanlah doaku Ini…….
Ya Allah Ya Tuhan Ku…..
Kau Lihatlah Sekeping Hati Yang Kotor Dan Busuk Ini,Yang Di Nodai Dosa² Silam…
Hanya KepadaMu Ya Allah….
Kau Ampunilah Dosaku samada Besar Atau Kecil….
Janganlah kau Tayangkan Kembali dosaku Di Padang Mahsyar Kelak…
Sesungguhnya Aku Amat Malu DiPerlakukan Begitu…..
Wahai TuhanKu….
Jadikanlah Diriku Sebagai Seorang Pemuda Yang Gagah Berjihad Menegakkan KalamMu Diatas Muka Bumi Ini….
Istiqamahlah Aku Dalam Jemaah Islamiah…..
Jadikanlah Aku Syahid Sewaktu Bertempur Dimedan Perjuangan….
Wahai TuhanKu Yang Mencipta DiriKu Ini…..
Engkau Telah Menciptakab Sebutir Benih,Kemudian Di Campakkan Dalam Setiap Jiwa Makhluk Yang Bernama Insan…..
Itulah Dia Perasaan Cinta……
Sejuak Adam Di Ciptakan,Hinggalah Pada Saat Ini,Perasaan Cinta Itu Masih Tumbuh Mekar Dalam Jiwa Setiap Insan….
Terlalu Kuat Akarnya Hingga Begitu Sukar Dibuangnya
Ku Letakkan Mahkota Cinta Ku Yang Pertama Hanyalah PadaMu Ya Rabbi……..
Kemudian CintaKu Yang Kedua Hanyalah Untuk Junjungan Mulia Rasullullah…….
Dan CintaKu Yang Seterusnya Barulah Ku Serahkan Kepada Makhluk Mu……..
Aku Juga Seorang Insan,Dan Aku Juga Seorang Remaja Yang Ingin DIKasihi Dan Mengasihi….
Seandainya Telah DiTakdirkan Untuk BersamaNya,Engkau Redhailah Perhubungan Ini,
Jika Ini lah Jalan Yang Terpaksa Aku Lalui Yang Menguji Kesetiaan Untuk Bersamanya,
Nescaya,Kekalkanlah Aku Di Dalamnya…..
Aku Akan Menanti Biarpun Bertahun Lamanya….
Sunday, January 17, 2010
AKHLAK ISLAMI

Akhlak adalah hasil kefahaman seseorang dengan penghayatan akidah dan syariah islamiyah. Dengan akhlak boleh menggambarkan keimanan seseorang.ini bermaksud tidak bernilai bagi iman jika tidak disertai dengan akhlak..Akhlak adalah matlamat kepada pendidikan itu sendiri.Pendidikan yang gagal melahirkan manusia yang berakhlak adalah satu usaha yang sia-sia umpama mencurah air ke daun keladi.Pencapaian utama sesuatu sistem pendidikan adalh kemampuannya melahirkan insan yang berakhlak mulia,seimbang dan sepadu peribadinya. Sabda rasulullah: "sesungguhnya aku diutuskan untuk menyempurnakan akhlak(budi pekerti yang mulia)" -riwayat bukhari...(tanggungjawab dan peranan pendidik muslim)..
Saturday, January 16, 2010
Subscribe to:
Posts (Atom)